Memajukan Indonesia Melalui Gerakan Indonesia Menulis

Himpunan Peneliti Indonesia (Himpenindo) bersama ESQ Leadership Center 165 melaksanakan soft launching Gerakan Indonesia Menulis (Grimis) di Auditorium Graha Widya Bakti Puspitek Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (30/08).

Wakil Ketua Umum Himpenindo Profesor Enny Sudarmonowati mengatakan, kondisi Indonesia terkait publikasi hasil penelitian masih sangat mengkhawatirkan.
Menurutnya, dengan Gerakan Indonesia Menulis ini menjadi titik tolak Himpenindo untuk berkibar dengan publikasi karya penelitiannya.

“Kami mengapresiasi ESQ yang mengadakan Best Paper Award. Ini sangat mendukung penelitian dan ternyata hadiahnya menarik. Umrah atau Tour ke Korea. Gerakan Indonesia Menulis ini baik sekali. Diharapkan para peneliti setelah melakukan penelitian, dibuat menjadi sebuah tulisan,” jelasnya.

Kegiatan yang diprakarsai Profesor Evvy Kartini bersama Founder ESQ Leadership Center Ary Ginanjar Agustian ini mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan.

 

Staf Ahli Bidang Relevansi dan Produktivitas Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Agus Puji Prasetyono yang mewakili Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Profesor Mohamad Nasir menegaskan, sumber daya iptek berawal dari insan iptek. “Insan iptek ini yang menjadi generasi masa depan Indonesia. Karyanya bisa menjadikan Indonesia negara maju dan mandiri,” katanya.

Inovasi, sambungnya, bisa lahir dari tangan terampil peneliti. “Tulisan adalah sumber pengetahuan. Budayakan menulis sehingga bermanfaat bagi orang lain. Gerakan Indonesia menulis sangat tepat. Penyebarluasan hasil penelitian diantaranya adalah dengan karya tulis,” jelasnya.

Profesor Evvy Kartini mengungkapkan, Gerakan Indonesia Menulis ini menjadi sarana mengubah dunia. “Saya mengajak untuk change the world. Dengan menulis, catatan para peneliti ini bisa membawa nama baik Indonesia. Dengan ilmu kita merubah dunia. Do it! Tunjukkan ke dunia bahwa anda penemu hebat dengan karya dan tulisan anda,” ungkapnya di hadapan para peneliti yang hadir.

Mengangkat tema “Pembangunan Karakter Melalui Gerakan Indonesia Menulis dalam Rangka Kebangkitan Teknologi Menuju Indonesia Emas 2045”, pendiri ESQ Leadership Center Ary Ginanjar Agustian mengatakan, membudayakan membaca bisa terwujud apabila masyarakat mengetahui alasannya.

“Membaca dan menulis itu what. Mereka tidak mau membaca dan menulis karena belum punya alasan kuat mengapa dia harus baca dan tulis. Melalui program Grimis ini kita berikan penjelasan dan pemahaman yang kuat kenapa harus mau membaca dan menulis,” katanya.

Sementara itu, Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany yang turut hadir pada acara soft launching Gerakan Indonesia Menulis ini mengharapkan, karya tulisan yang dibuat bisa menjadi problem solving masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi gerakan ini. Harapannya semoga apa yang ditulis ini bisa memberikan perubahan kepada masyarakat,” tuturnya.

Kepala BATAN Profesor Djarot S. Wisnubroto yang hadir pada kesempatan peluncuran tersebut mengatakan, sangat mendukung adanya Gerakan Indonesia Menulis ini.

“Batan ini diisi banyak peneliti. Kita bahkan menerapkan reward dan punishment terkait hasil karya tulis penelitian mereka. Apabila tidak terpublikasi hasil penelitiannya maka akan kami berikan sanksi,” katanya. (irf)-ESQ-NEWS.com

Photo Gallery (Click Here)

Last modified on Monday, 05 September 2016 12:20

HIMPENINDO PC BATAN