Dorong Publikasi Karya Tulis, Gerakan Indonesia Menulis Diluncurkan

Guna mendorong para peneliti dan akademisi mempublikasikan karya tulisnya, ESQ Leadership Center meluncurkan Gerakan Indonesia Menulis (Grimis) beserta lomba menulis ESQ Best Paper Award di Menara 165 Jakarta, Kamis (01/09).

Kegiatan yang berbarengan dengan welcoming ceremony mahasiswa baru ESQ Business School ini turut dihadiri perwakilan dari lembaga pemerintahan yang memiliki konsentrasi di bidang ilmu pengetahuan.

 

Founder ESQ Leadership Center Ary Ginanjar Agustian mengatakan, Grimis sebagai ajang mengajak masyarakat untuk menulis.

“Gerakan Indonesia Menulis ini menjadi gerakan moral Indonesia. Dengan Gerakan Indonesia Menulis akan lahir semangat Indonesia emas, Indonesia adidaya akan terwujud pada 2045 mendatang,” jelasnya.

Menurutnya, tanpa kemampuan menulis dan publikasi jurnal ilmiah, posisi Indonesia terus akan berada di bawah.

“Pemikiran Indonesia akan dikenal melalui banyak tulisan-tulisan. Ini adalah visi Indonesia emas. Gerakan Indonesia Menulis ini dimulai dari menulis dengan jujur. Saat ini banyak yang melakukan aksi copy paste. Ini bisa merusak moralitas dan merusak nilai-nilai integritas,” tegas Ary.

Sementara itu, Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Profesor Iskandar Zulkarnain yang turut hadir dalam acara peluncuran Gerakan Indonesia Menulis menambahkan, gerakan ini perlu didukung sepenuhnya.

Supportnya itu bukan sekadar wacana tapi harus pada tatanan implementasi dan operasional. Kita perlu menggalang komitmen yang tinggi. Baik itu para akademisi dari universitas maupun para peneliti dari lembaga litbang,” katanya.

Ia mengatakan, menulis bukan hanya berbicara mengenai publikasi pada jurnal internasional semata. Namun, dari segi kuantitas dan kualitas, sambung Iskandar, sebaiknya mampu memberikan outcome yang berdampak pada pembangunan bangsa.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Relevansi dan Produktivitas Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Agus Puji Prasetyono menegaskan, gerakan membudayakan menulis ini sangat penting untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).

“Iptek ini sangat erat hubungannya dengan tulisan. Tidak bisa tidak, ke depan kita mesti membudayakan menulis. Saya yakin nanti tulisan menjadi sangat bermakna bagi kehidupan bangsa,” jelasnya.

Menurutnya, budaya menulis pun sudah diterapkan di Kemenristekdikti. “Kita memiliki awardbagi mereka yang bisa membuat proposal, bisa meneliti, dan bisa menyampaikan dalam bentuk tulisan. Itu setiap tahun diumumkan pada saat Hari Kebangkitan Teknologi Nasional,” imbuhnya.

Selain itu, Profesor Evvy Kartini selaku salah satu penggagas Gerakan Indonesia Menulis ini menjelaskan, melalui tulisan seseorang bisa mengubah dunia.

“Apabila satu saja orang Indonesia menulis, kemudian dalam publikasi internasional mampu terindeks, akan membantu Indonesia. Bayangkan, Indonesia memiliki penduduk keempat terbesar. Sepersepuluhnya saja mereka menulis dan masif, saya yakin Indonesia akan bangkit,” tuturnya.

Hal ini tidak bisa hanya wacana. Evvy menambahkan, perlu adanya suatu gerakan untuk implementasinya. “Kita harus mengadakan pelatihan penulisan. Kita harus mempunyai target untuk bisa mengalahkan Thailand dari ranking publikasi jurnal ilmiah,” pungkasnya. (irf)ESQ-NEWS.com

Last modified on Monday, 05 September 2016 12:20

HIMPENINDO PC BATAN