Dorong Penulisan Jurnal, Gerakan Indonesia Menulis Diluncurkan

 

 Minat masyarakat di Indonesia dalam menulis jurnal ilmiah masih rendah dibandingkan dengan negara lain. Terkait dengan itu , Founder ESQ Ary Ginanjar Agustian meluncurkan Gerakan Indonesia Menulis beserta ESQ Best Paper Award.

Menurut Ary, kebiasaan menulis di Indonesia masih sangat rendah. Akibatnya  banyak sekali ilmu-limu yang diperoleh tidak dikembangkan dan diwariskan dalam bentuk tulisan. Padahal menulis akan mengembangkan sebuah  peradaban.

 

"Ini adalah sebuah karakter yaitu ciptakan yang baik, hilangkan yang buruk. Indonesia emas bisa terjadi selain melalui karakter moral, juga kemampuan menulis," ," ujar Ary di Granada Ballroom, Menara 165, TB Simatupang, Jakarta, Kamis (1/9).

Ia mengingatkan bahwa kebiasaan copy paste tanpa mempedulikan sumbernya bisa merugikan orang lain, dan ini mencederai karakter.

Oleh karenanya, lanjut Ary, Gerakan Indonesia Menulis harus disertai dengan pembangunan karakter untuk tidak plagiat. "Saya pernah punya pengalaman, saya menulis artikel, dan ada orang memberitahu saya, jika ada tulisan yang bagus, tapi ternyata itu tulisan saya yang diberi nama orang lain," keluhnya.

Sementara di tempat yang sama ahli nuklir Internasional Evvt Kartini mengaku, dengan adanya gerakan menulis maka akan dapat mengubah mata dunia lantaran Indonesia ternyata memiliki para penulis yang hebat.JawaPos.com link

Last modified on Monday, 05 September 2016 12:32

HIMPENINDO PC BATAN