Ahli nuklir asal Indonesia Profesor Evvy Kartini dan Pendiri ESQ Dr (HC) Ary Ginanjar Agustian meluncurkan Gerakan Indonesia Menulis yang bertujuan untuk mendorong para ilmuwan menulis jurnal ilmiah.

“Gerakan menulis dapat mengubah mata dunia tentang Indonesia. Budaya itu kalau tidak dituliskan tidak ada. Untuk itu perlu dibudayakan menulis,” ujar Penggagas Gerakan Indonesia Menulis, Evvy Kartini saat memberi sambutan dalam peluncuran gerakan itu di Jakarta, Kamis.

ESQ Luncurkan Gerakan Indonesia Menulis

 

ESQ meluncurkan Gerakan Indonesia Menulis-ESQ Best Paper Award 2016 di Granada Ballroom menara 165, Jakarta, Kamis (01/9/2016). Gerakan ini diharapkan dapat memunculkan penulis-penulis Indonesia yang berbakat dan mewariskan berbagai ilmu yang dapat dituangkan ke dalam suatu tulisan kepada generasi mendatang. sindonews

Lembaga ESQ menilai semakin banyaknya sarjana yang menganggur dikarenakan salah orientasi terhadap apa yang dipelajari.

"Mereka berorientasi pada apa yang dipelajari, tetapi tidak tahu mengapa dia mempelajari ilmu itu," ujar Pendiri ESQ, Ary Ginanjar Agustian dalam peluncuran Gerakan Indonesia Menulis di Jakarta, Kamis.

 

 Minat masyarakat di Indonesia dalam menulis jurnal ilmiah masih rendah dibandingkan dengan negara lain. Terkait dengan itu , Founder ESQ Ary Ginanjar Agustian meluncurkan Gerakan Indonesia Menulis beserta ESQ Best Paper Award.

Menurut Ary, kebiasaan menulis di Indonesia masih sangat rendah. Akibatnya  banyak sekali ilmu-limu yang diperoleh tidak dikembangkan dan diwariskan dalam bentuk tulisan. Padahal menulis akan mengembangkan sebuah  peradaban.

Guna mendorong para peneliti dan akademisi mempublikasikan karya tulisnya, ESQ Leadership Center meluncurkan Gerakan Indonesia Menulis (Grimis) beserta lomba menulis ESQ Best Paper Award di Menara 165 Jakarta, Kamis (01/09).

Kegiatan yang berbarengan dengan welcoming ceremony mahasiswa baru ESQ Business School ini turut dihadiri perwakilan dari lembaga pemerintahan yang memiliki konsentrasi di bidang ilmu pengetahuan.

Himpunan Peneliti Indonesia (Himpenindo) bersama ESQ Leadership Center 165 melaksanakan soft launching Gerakan Indonesia Menulis (Grimis) di Auditorium Graha Widya Bakti Puspitek Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (30/08).

Wakil Ketua Umum Himpenindo Profesor Enny Sudarmonowati mengatakan, kondisi Indonesia terkait publikasi hasil penelitian masih sangat mengkhawatirkan.
Menurutnya, dengan Gerakan Indonesia Menulis ini menjadi titik tolak Himpenindo untuk berkibar dengan publikasi karya penelitiannya.

“Kami mengapresiasi ESQ yang mengadakan Best Paper Award. Ini sangat mendukung penelitian dan ternyata hadiahnya menarik. Umrah atau Tour ke Korea. Gerakan Indonesia Menulis ini baik sekali. Diharapkan para peneliti setelah melakukan penelitian, dibuat menjadi sebuah tulisan,” jelasnya.

Kegiatan yang diprakarsai Profesor Evvy Kartini bersama Founder ESQ Leadership Center Ary Ginanjar Agustian ini mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan.

HIMPENINDO PC BATAN